Rabu, 15 Oktober 2014

G45CMC GERAKAN 45 menit COMPAS MAPARSTA CARE.



G45CMC
GERAKAN 45 menit COMPAS MAPARSTA CARE.


Peduli terhadap objek wisata menjadi bersih, rapi, dan nyaman itulah landasan dari  Compas Maparsta. Setelah berjalan dan terjun langsung dalam kegiatan compas maparsta peduli dan sekaligus mengajak menyadarkan masyarakat akan pentingnya sapta pesona yang mendukung pentingnya sebuah objek wisata menjadi daya tarik. Maka atas dasar itulah compas maparsta kembali hadir dalam sebuah gebrakan baru yang dilakukan setiap hari senin dan menjadi rutinitas oleh compas maparsta. Gerkan 45 menit compas maparsta care/peduli (G45CMC) menjadi semangat dan rutinitas baru oleh komunitas ini. Gebrakan yang dilakukan atas dasar cinta terhadap lingkungan dan pariwisata, tak ada rasa malu dan gengsi yang ditujukan oleh setiap anggota. Tak tanggung-tanggung para kawula muda generasi penerus bangsa tanpa diberi embel-embel dan secara sukarela membersihkan sampah yang ada disetiap objek  wisata. Memang kegiatan yang mungkin dipandang rendah oleh anak muda jaman sekarang, tapi compas maparsta ingin menyadarkan masyarakat lewat aksi nyata yang anda bisa temui setiap hari senin diobjek wisata yang ada dikota kupang dan sekitarnya.
Komunitas ini bukanlah ajang pamer gaya hidup tapi disini komunitas menekankan akan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menikmati objek wisata yang ada sebagai aset yang patut dijaga dan dilestarikan. Terkadang sangat sulit untuk merubah paradigma yang etrjadi didalam masyarakat seperti yang komunitas alami, masyarakat memandang bahwa menjaga dan melestarikan objek wisata adalah tugas dan tanggung jawab pemerintah atau yang punya wewenang tertentu. Nah,,, inilah cara pandang yang harus dirubah dan compas maparsta sebagai agen perubahan dalam merubah cara pandang masyarakat ini, yang penting adalah bukan siapa yang punya kekuasaan itulah yang bertanggung jawab menjaga dan melestarikan objek wisata, melainkan akan tetapi siapa saja yang datang menikmati keindahan objek wisata tersebut dialah yang menjaga dan melestarikannya. Marilah kta mengenang kata – kata dari salah seorang toko ternama yang pernah dimiliki oleh NTT beliau mengatakan bahwa “ kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi,,,” kata-kata yang seharusnya menjadi dasar kesadran kita akan tetapi semboyan yang telah diwarisaan hanyalah kata kiasan semata. Dan untuk itulah sebagai .agen perubahan compas maparsta hadir bukan dalam kata – kata tetapi dalam tindakan nyata. Marilah kita sukseskan G45 CMC sebagai wujud cinta akan pariwisata kota kupang dan NTT.



Penulis :
Rintho Dj & Drew D

Selasa, 14 Oktober 2014

sejarah Compas Maparsta



Sejarah Berdirinya Compas Maparsta
Berawal dari kesadaran akan pentingnya pariwisata, maka terbentuklah sebuah komunitas yang peduli terhadap objek wisata. Komunitas yang terbentuk dilatarbelakangi oleh insan insan yangsuka traveling dan peduli akan objek wisata di kota kupang pada khususnya dan Nusa Tenggara Timur pada umumnya.
07 Desember 2013 terbentuklah sebuah komunitas yang diprakasai oleh mahasiswa manajemen pariwisata, atas dorongan dan bimbingan seorang  dosen pariwisata dan juga tour guide communitas ini resmi didirikan dan diberi nama “Compas Maparsta yang kepanjanganya adalah community pariwisata state polytecnik of kupang manajemen pariwisata”. Sengaja mengambil nama compas maparsta yang adalah penunjuk arah, maka komunitas ini dapat menjadi panutan dan teladan yang bergerak dalam sector pariwisata. Seiring berjalannya waktu, tepatnya pada sabtu, 25 Januari 2014 xecara resmi diresmikan oleh ibu Nina dan ibu Imel selaku perwakilan dari Pembina/penasihat yakni ibu Rode Ayu, S. Par, MM Par. Rangkaian acara berjalan dengan meriah meskipun sederhana namun sangat dinikmati oleh para anggota Compas yang hadir dan para anggota antusias mengikuti rangkaian acara yang telah dirancang oleh panitia.
Compass maparsta merupakan sebuah komunitas yang terbentuk karena kesadaran akan dunia pariwista dan ingin terlibat langsung didalamnya.
Komunitas initerbentuk bukan hanya sekedar bentuk sebuah komunitas tetapi komunitas ini mempunyai visi dan misi yang jelas.
Visi dan misi dari Compas Maparsta, yakni :
Visi :
Ø  Membangun rasa cinta terhadap dunia pariwisata
Ø  Membudayakan periwisata dikalangan mahasiswa/i
Misi :
Ø  Belajar untuk peduli terhadap lingkungan, khususnya objek wisata
Ø  Menggali dan mengekspos potensi budaya yang ada
Ø  Membangun relasi internal antar mahasiswa dengan dosen maupun eksternal antara antar mahasiswa dan masyarakat
Tak berbeda jauh dengan komunitas-komunitas yang ada dan komunitas Compas Maparsta inipun memiliki struktur organisasi yang jelas dengan perinciannya sebagai berikut :
Pembina          : Rode Ayu, S.Par, MM Par
Ketua              : Petrus Umbu Rauta
Sekretaris        : Deris D.D Pella & Maria F F Raga
Bendahara       : Merry Mba’u
Penulis             : Wilfridul A. Djago & Devyandrew Lodwik Daniel,
Admin + IT     : Romaldus Lebu Lamaokan & Andy Manikafola
Humas             : Yunghun Calvin Snae, Wahyu Subroto dan Alfred Otu
Usaha Dana     : Yanti Pita’i
Event              : Risty Ndun & Gerson Riwu
            Dan komunitas ini bergerak dalam dunia pariwisata. Kegiatan atau peresmian ini dilaksanakan di objek wisata Pnatai Lasiana. Pantai yang tepat berada di Teluk Kupang yang menjadi wisata andalan bagi masyarakat kota Kupang dan sekitarnya.

Jumat, 03 Oktober 2014

COMPAS MAPARSTA, PEDULI PARIWISATA NTT



“ COMPAS MAPARSTA, PEDULI PARIWISATA NTT ”

Gebrakan demi gebrakan oleh Compas Maparsta, bukti-bukti nyata atau aksinya terhadap objek wisata terus dijalankan. Ya ,,,,, Compas Maparsta, sebuah komunitas yang terbentuk  atas dasar kecintaannya pada dunia pariwisata, disini kam hadir kumpulan para insan muda harapan Flobamora dalam membangun sektor pariwisata NTT lewat aksi nyata yang dapat membuata perubahan, compas maparsta mempunyai visi dan misi yang jelas, punya tujuan yang ingin dicapai, bukan hanya hura-hura seperti yang lainnya tapi kami hadir untuk membuat perubahan besar.
Setelah melakukan kegiatan dalam pembersian objek wisata pantai lasisana dan beberapa kegiatan having fun di air terjun Tesbatan, kini Compas Maparsta kembalaian menunjukan kepedulian terhadap salah satu aset terbaik Flobamora tercinta. Sore itu jam menunjukan pukul 15.00 Wita semua anggota telah berkumpul depan Museum NTT walaupun bertepatan engan malam minggu malamnya bagi kawula tapi tidak mematahkan semangat semua anggota untuk melakukann kegiatan yang bertempat dimuseum NTT yang berlokasi di jl Frans Seda kota kupang, kegijatan pembersian dilakukan dihalaman depan museum dan bagian taman.
Museum.... ya..... museum.....!!!!! tempat dimana kita dapat menggali banyak informasi budaya, sejarah dan yang lainnya, kegiatan tersebut hanya sekedar bersih-bersih diarea halaman dan taman sekitar museum tapi mempunyai nilai solidaritas yang tinggi, pada kesempatan tersebut beberapa pengurus dan anggota sempat mewawancarai petugas meseum mengenai data pengunjung ke museum, museum sedikit terabaikan untuk dikunjungi ketimbang mall yang hampir 24 jam ramai ataupun taman Nostalgia yang lokasinya tepat berhadapan dengan museum itu sendiri, masyarakat umum, pelajar, mahasiswa lebih menghabiskan waktu ditaman Nostalgia daripada masuk kemuseum. Data pengunjung yang datang berkunjung kemuseum tidak pasti tergantung ada event tertentulah barulah para pengunjung datang kemuseum, jauh berbeda dengan museum didaaerah lain yang hampir setiap saat museum selalu ramai dikunjungi.
Menurut informasi yang didapat dari petugas museum akan direnovasi karena banyak benda-benda peninggalan sejarah yang belum dipajang karena keterbatasan tempat sehingga untuk sementara benda –benda itu masih tersimpan rapi digudang, dan program  jangaka panjang adalah membangun museum berlantai 4. Semoga semua bisa terealisasi kita lihat saja nanti dan segala benda yang masih tersimpan rapi digudang sudah bisa dipajang dan jangan sampai benda-benda itu hancur termakan usia apalagi punah. Teruslah berjuang dan berkarya untuk melestarikan benda-benda bersejarah untuk NTT yang unggul dalam sektor pariwisata, dan benda peninggalan bersejarah itu dapat dinikmati oleh penerus-penerus Flobamora dimasa mendatang.


Tim Penulis

Rintho Dj & Drew Daniel