Selasa, 14 Oktober 2014

sejarah Compas Maparsta



Sejarah Berdirinya Compas Maparsta
Berawal dari kesadaran akan pentingnya pariwisata, maka terbentuklah sebuah komunitas yang peduli terhadap objek wisata. Komunitas yang terbentuk dilatarbelakangi oleh insan insan yangsuka traveling dan peduli akan objek wisata di kota kupang pada khususnya dan Nusa Tenggara Timur pada umumnya.
07 Desember 2013 terbentuklah sebuah komunitas yang diprakasai oleh mahasiswa manajemen pariwisata, atas dorongan dan bimbingan seorang  dosen pariwisata dan juga tour guide communitas ini resmi didirikan dan diberi nama “Compas Maparsta yang kepanjanganya adalah community pariwisata state polytecnik of kupang manajemen pariwisata”. Sengaja mengambil nama compas maparsta yang adalah penunjuk arah, maka komunitas ini dapat menjadi panutan dan teladan yang bergerak dalam sector pariwisata. Seiring berjalannya waktu, tepatnya pada sabtu, 25 Januari 2014 xecara resmi diresmikan oleh ibu Nina dan ibu Imel selaku perwakilan dari Pembina/penasihat yakni ibu Rode Ayu, S. Par, MM Par. Rangkaian acara berjalan dengan meriah meskipun sederhana namun sangat dinikmati oleh para anggota Compas yang hadir dan para anggota antusias mengikuti rangkaian acara yang telah dirancang oleh panitia.
Compass maparsta merupakan sebuah komunitas yang terbentuk karena kesadaran akan dunia pariwista dan ingin terlibat langsung didalamnya.
Komunitas initerbentuk bukan hanya sekedar bentuk sebuah komunitas tetapi komunitas ini mempunyai visi dan misi yang jelas.
Visi dan misi dari Compas Maparsta, yakni :
Visi :
Ø  Membangun rasa cinta terhadap dunia pariwisata
Ø  Membudayakan periwisata dikalangan mahasiswa/i
Misi :
Ø  Belajar untuk peduli terhadap lingkungan, khususnya objek wisata
Ø  Menggali dan mengekspos potensi budaya yang ada
Ø  Membangun relasi internal antar mahasiswa dengan dosen maupun eksternal antara antar mahasiswa dan masyarakat
Tak berbeda jauh dengan komunitas-komunitas yang ada dan komunitas Compas Maparsta inipun memiliki struktur organisasi yang jelas dengan perinciannya sebagai berikut :
Pembina          : Rode Ayu, S.Par, MM Par
Ketua              : Petrus Umbu Rauta
Sekretaris        : Deris D.D Pella & Maria F F Raga
Bendahara       : Merry Mba’u
Penulis             : Wilfridul A. Djago & Devyandrew Lodwik Daniel,
Admin + IT     : Romaldus Lebu Lamaokan & Andy Manikafola
Humas             : Yunghun Calvin Snae, Wahyu Subroto dan Alfred Otu
Usaha Dana     : Yanti Pita’i
Event              : Risty Ndun & Gerson Riwu
            Dan komunitas ini bergerak dalam dunia pariwisata. Kegiatan atau peresmian ini dilaksanakan di objek wisata Pnatai Lasiana. Pantai yang tepat berada di Teluk Kupang yang menjadi wisata andalan bagi masyarakat kota Kupang dan sekitarnya.

Jumat, 03 Oktober 2014

COMPAS MAPARSTA, PEDULI PARIWISATA NTT



“ COMPAS MAPARSTA, PEDULI PARIWISATA NTT ”

Gebrakan demi gebrakan oleh Compas Maparsta, bukti-bukti nyata atau aksinya terhadap objek wisata terus dijalankan. Ya ,,,,, Compas Maparsta, sebuah komunitas yang terbentuk  atas dasar kecintaannya pada dunia pariwisata, disini kam hadir kumpulan para insan muda harapan Flobamora dalam membangun sektor pariwisata NTT lewat aksi nyata yang dapat membuata perubahan, compas maparsta mempunyai visi dan misi yang jelas, punya tujuan yang ingin dicapai, bukan hanya hura-hura seperti yang lainnya tapi kami hadir untuk membuat perubahan besar.
Setelah melakukan kegiatan dalam pembersian objek wisata pantai lasisana dan beberapa kegiatan having fun di air terjun Tesbatan, kini Compas Maparsta kembalaian menunjukan kepedulian terhadap salah satu aset terbaik Flobamora tercinta. Sore itu jam menunjukan pukul 15.00 Wita semua anggota telah berkumpul depan Museum NTT walaupun bertepatan engan malam minggu malamnya bagi kawula tapi tidak mematahkan semangat semua anggota untuk melakukann kegiatan yang bertempat dimuseum NTT yang berlokasi di jl Frans Seda kota kupang, kegijatan pembersian dilakukan dihalaman depan museum dan bagian taman.
Museum.... ya..... museum.....!!!!! tempat dimana kita dapat menggali banyak informasi budaya, sejarah dan yang lainnya, kegiatan tersebut hanya sekedar bersih-bersih diarea halaman dan taman sekitar museum tapi mempunyai nilai solidaritas yang tinggi, pada kesempatan tersebut beberapa pengurus dan anggota sempat mewawancarai petugas meseum mengenai data pengunjung ke museum, museum sedikit terabaikan untuk dikunjungi ketimbang mall yang hampir 24 jam ramai ataupun taman Nostalgia yang lokasinya tepat berhadapan dengan museum itu sendiri, masyarakat umum, pelajar, mahasiswa lebih menghabiskan waktu ditaman Nostalgia daripada masuk kemuseum. Data pengunjung yang datang berkunjung kemuseum tidak pasti tergantung ada event tertentulah barulah para pengunjung datang kemuseum, jauh berbeda dengan museum didaaerah lain yang hampir setiap saat museum selalu ramai dikunjungi.
Menurut informasi yang didapat dari petugas museum akan direnovasi karena banyak benda-benda peninggalan sejarah yang belum dipajang karena keterbatasan tempat sehingga untuk sementara benda –benda itu masih tersimpan rapi digudang, dan program  jangaka panjang adalah membangun museum berlantai 4. Semoga semua bisa terealisasi kita lihat saja nanti dan segala benda yang masih tersimpan rapi digudang sudah bisa dipajang dan jangan sampai benda-benda itu hancur termakan usia apalagi punah. Teruslah berjuang dan berkarya untuk melestarikan benda-benda bersejarah untuk NTT yang unggul dalam sektor pariwisata, dan benda peninggalan bersejarah itu dapat dinikmati oleh penerus-penerus Flobamora dimasa mendatang.


Tim Penulis

Rintho Dj & Drew Daniel

Selasa, 16 September 2014

Nostalgia,,, Taman kebanggaan yang Terabaikan



Nostalgia,,, Taman kebanggaan yang Terabaikan

            Taman Nostalgia,,,! Taman yang tergolong baru bagi masyarakat kota kupang, bagaimana tidak? Taman yang baru berusia 3 tahun masih sangat belia, tapi sayang… kondisinya Tak Seindah dulu.
            Artikel  ini kubuat berdasarkan fakta yang kulihat, taman Nostalgia yang diresmikan oleh presiden RI (Susilo Bambang Yudoyono)  sekarang kondisinya tidak seindah dulu. Sampah menjadi masalah utama, mungkin karena kurangnya kesadaran dari masyarakat sehingga dengan seenaknya membuang sampah disembarang tempat.padahal sudah ada tempat sampah sementara yang ada disekitar taman.tetapi tetap saja sampah masih berserakan dimana-mana, terus siapa yang bertanggung jawab????
kemudian aksi coret-coret yang ada disekitar gong perdamaian dan lopo serta tempat duduk mengurangi keindahan. Apakah masih kurang bagus ??? atau desainnya masih kurang rapi sehingga ditambah dengan coretan-coretan yang jelas mengurangi nilai  keindahan . terlepas dari kesadaran masyarakat mengenai kebersihan dan keindahan, kita melirik fasilitas pendukung yang ada disekitar taman Nostalgia, Papan nama taman Nostalgia yang dulu dibuat rapi dan indah sekarang sudah tidak kelihatan lagi. Bahkan sudah ada pergantian papan nama yang baru tapi tetap saja dirusak oleh perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab. Terus pagar pembatas gong perdamaian yang dulu difungsikan untuk melarang agar jangan ada yang masuk kearea gong perdamaian tapi sekarang seenak
nya keluar masuk kearea gong hanya untuk mengabadikan dengan foto dsb. Dan di tambah lagi dengan fasilitas yang ada disekitar taman bermain, semua fasilitas sekarang dalam keadaan rusak. Lalu kalau sudah begini siapa yang bertanggung jawab???? Apa yang kita banggakan dari taman Nostalgia???? Apakah taman itu dibuat hanya sekedar untuk merayakan hari pers nasional??? Terus selanjutnya mau jadi apa kalau tidak dirawat. NTT  dikenal dengan  wisatanya yang mendunia, binatang purbakala Dragon kemodo sudah menjadi 7 keajaiban dunia, apakah hanya itu yang kita banggakan?? Seiring dengan perkembangan pariwisata di NTT, kota kupang menjadi salah satu destinasi bagi para investor untuk membuka usaha. Sepanjang pantai yang dulunya menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat kini dibangun hotel-hotel yang menjulang tinggi serta restaurant. Terus kalau taman Nostalgia tidak dijaga dan dirawat mau  ke mana kita harus mencari tempat wisata alternatif???? Apakah kita harus ke danau kelimutu atau ke taman nasional komodo? Atau kita harus menyediakan banyak uang untuk pergi menikmati objek wisata yang ada di pulau Dewata Bali?
            Untuk  menunjukan kepedulian terhadap aset pariwisata COMPAS MAPARSTA kembali hadir dalam aksi nyata yang dilakukan ditaman Nostalgia. insan-insan muda pecinta Pariwisata tanpa RAGU  dan  MALU membersihkan sekitar taman nostalgia. Kegiatan yang dilakukan selama 3 jam cukup menarik banyak perhatian dari pengunjung yang datang ke taman nostalgia. Mengapa tidak??? Dijaman sekarang masih ada kawula


muda yang menyapu dan membersihkan sampah di tempat yang ramai, semua itu dilakukan


seluruh anggota komunitas tanpa ada beban ataupun gengsi. Karena kami punya visi dan misi yang jelas punya tujuan yang ingin dicapai, dan yang paling penting adalah kami kumpulan insan muda pecinta Pariwisata
            Jangan biarkan taman Nostalgia senasib dengan harumnya Cendana yang sekarang tinggal namanya saja, atau taman Taman kota yang sekarang dijadikan Subasuka paradise, dan jangan jadikan itu sekedar simbol hari pers Nasional, Tapi mari kita jaga dan pelihara agar kelak bisa dinikmati  oleh penerus-penerus Flobamora tercinta

COMPAS MAPARSTA BERSUARA

Tim Penulis
Rintho Cs